Perjalanan Ke Negeri Laskar Pelangi

Perjalanan ferry dari Tanjung api-api ke pelabuhan muntok di warnai dengan orang-orang yang tertarik dengan cerita perjalanan saya, jadi perjalanan selama lebih kurang 5 jam tidak terasa. Beberapa baut di motor saya kembali patah, tapi saya beruntung awak kapal bersedia menolong memperbaikinya. Setelah kurang lebih satu jam akhirnya tibalah saya di pelabuhan Muntok, Kepulauan Bangka belitung. Tiba di Pelabuhan Muntok, Kepulauan Bangka belitung, kedatangan saya sudah dinantikan oleh komunitas bikers disana. Beberapa orang dari mereka menunggu saya di pelabuhan akan tetapi dikarenakan keterlambatan saya keluar dari kapal karena perbaikan Scooter saya, kita tidak berjumpa. Hari sudah menunjukkan pukul 05.10 ketika saya kembali meneruskan perjalanan saya ke pangkal pinang ibukota Kepulauan Bangka Belitung, di tengah perjalanan saya bertemu dengan 2 orang komunitas bikers dan kami bersama- sama meneruskan perjalanan ke pangkal pinang dan saya diijinkan untuk menginap di salah satu rumah mereka. Malamnya saya di ajak bertemu dengan bikers lainnya dan keesokan harinya saya ditemani dan diajak menikmati masakan khas Bangka di salah satu rumah warga dan mereka menemani saya sampai kapal saya berlepas ke Belitung pada pukul 1 siang. Saya terkesan sekali dengan komunitas bikers disini yang sangat ramah dan banyak sekali membantu saya, terimakasih komunitas bikers Bangka. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai Kepulauan Bangka dikarenakan keesokan harinya saya langsung menuju Belitung. Kapal menuju Belitung dijadwalkan berangkat pukul 13.00 siang akan tetapi baru berlepas pukul 15.00 sore, saya menunggu sekitar 2 jam di dalam kapal dan tibalah saya di Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung pukul 02.00 Dinihari, saya tetap meneruskan perjalanan dikarenakan suasana pelabuhan yang sepi dan tidak memungkinkan untuk saya menunggu disana. Di perjalanan saya terkesima melihat banyak kendaraan dan sepeda di parkirkan di luar rumah dengan kunci masih melekat disana. Di lain waktu saya mengetahui dari para bapak polisi bahwa tingkat kriminalitas di Belitung sangat rendah, jadi warga tidak khawatir kemalingan. Perjalanan dari Pelabuhan tanjung ru menuju Tanjung Pandan kurang lebih 1 jam, dan akhirnya tibalah saya di Belitung.

Belitung Di Waktu Pagi

Belitung Di Waktu Pagi

Setelah berputar- putar di Belitung saya berhenti di polres Belitung untuk meminta mereka mengisi form saksi untuk keperluan dokumentasi saya yang telah saya buat sebelumnya, tetapi ketika akan memasuki pintu polres perhatian saya teralihkan oleh “tukang bubur ayam”  yang mangkal di samping pintu masuk polresTinggal di Bandung belasan tahun membuat saya sangat hapal dengan makanan satu ini, dan selama ini belum menemukan bubur ayam yang pas dilidah seperti di Bandung, akan tetapi bubur ayam depan polres Tanjung Pandan, Belitung ini hampir mirip bahkan lebih enak, jadi sangat di rekomendasikan untuk mencobanya, buka mulai dari sekitar pukul 6 pagi dan pukul 9 pagi biasanya sudah habis, jadi harus bangun pagi untuk bisa mencobanya.

Bubur Ayam Samping Polres Belitung

Bubur Ayam Samping Polres Belitung

Dari polres Tanjung pandan saya kembali menuju ke pelabuhan Tanjung Batu yang berjarak sekitar 1 jam dari kota Tanjung Pandan, Kapal pelni yang akan menuju Pontianak di jadwalkan berangkat pada pukul 09.00 wib, takut terlambat saya datang lebih awal, saya tiba pukul 07.30 wib dan menunggu di pos polisi yang ada. Pelabuhan Tanjung batu ini terbilang baru banyak bangunan yang masih terlihat baru akan tetapi tidak pernah ditempati sehingga banyak rumput liar yang tumbuh dan bangunan pun jadi rusak karena tidak terurus, sangat di sayangkan sekali.

Pelabuhan Tanjung Batu Yang Terbengkalai

Pelabuhan Tanjung Batu Yang Terbengkalai

Pada pukul 09.00 saya dikabarkan kapal terlambat dan akan tiba pukul 12.00, kepala pos polisi menyuruh saya untuk bertemu Bupati dan berjanji akan mengabari saya kalau kapal telah tiba, awalnya saya tidak bersedia karena kapal yang akan menuju Pontianak hanya 2 minggu sekali dan saya tidak mau ketinggalan kapal, akan tetapi dia bersikeras dan pergilah saya kembali menuju ke Tanjung Pandan dan ketika kembali ke Pelabuhan Tanjung Batu kapal sudah berlepas menuju Pontianak. Kepala pos polisi mengatakan pada saya bahwa kapal Pelni ini kapal penumpang sehingga tidak bisa membawa kendaraan saya maka dia membiarkan kapal itu pergi dan dia sudah mengatur perjalanan saya ke Jakarta dan dari Pelabuhan Tanjung priok Jakarta saya bisa menuju Pontianak tetapi saya harus menunggu 3 hari karena kapal menuju Jakarta tidak setiap hari. Di Belitung banyak bikers yang sudah mengetahui keberadaan saya dan saya di tawarkan untuk menginap di salah satu rumah mereka. Di perjalanan menuju salah satu rumah bikers ada hutan yang terbakar, dan ketika saya tanyakan kepada salah satu polisi mengapa mereka membiarkan hutan di bakar, dia mengatakan “ disini pembakaran hanya dalam skala kecil saja jadi tidak apa-apa dan jika nanti warga tidak mampu memadamkan api bisa meminta bantuan dari pemadam kebakaran” , Sangat menyedihkan buat saya mendengar komentar itu karena menurut saya apapun bentuknya pembakaran hutan itu dilarang.

Salah satu polisi mengambil gambar hutan yang terbakar

Salah satu polisi mengambil gambar hutan yang terbakar

Bersama Ibu salah satu bikers tempat saya menginap malam pertama di Tanjung Pandan, Belitung

Bersama Ibu salah satu bikers tempat saya menginap malam pertama di Tanjung Pandan, Belitung

Hari kedua di Belitung saya memutuskan untuk berkeliling Belitung mulai dari Belitung Barat hingga ke Belitung Timur  yang terkenal dengan negeri 1001 warung kopi dan negerinya Laskar Pelangi dan memutuskan untuk menginap disalah satu penginapan disana.

Penginapan tempat menginap

Penginapan tempat menginap

Di perjalanan motor saya kembali mengalami masalah, baut roda saya bukan hanya bengkok seperti biasanya akan tetapi terlepas dan hilang, beruntung saya bisa menemukan bengkel tidak jauh dari tempat motor saya rusak.

Tempat baut Scoo yang terus bermasalah

Tempat baut Scoo yang terus bermasalah

 

Negeri 1001 warung kopi

Negeri 1001 warung kopi

 

Pantai Serdang, Belitung Timur #1

Pantai Serdang, Belitung Timur #1

Pantai Serdang, Belitung Timur #2

Pantai Serdang, Belitung Timur #2

Pantai Serdang, Belitung Timur #3

Pantai Serdang, Belitung Timur #3

Museum Kata Andrea Hirata #1

Museum Kata Andrea Hirata #1

Museum Kata Andrea Hirata #2

Museum Kata Andrea Hirata #2

Museum Kata Andrea Hirata #3

Museum Kata Andrea Hirata #3

Museum Kata Andrea Hirata #4

Museum Kata Andrea Hirata #4

Museum Kata Andrea Hirata #5

Museum Kata Andrea Hirata #5

Museum Kata Andrea Hirata #6

Museum Kata Andrea Hirata #6

Museum Kata Andrea Hirata #8

Museum Kata Andrea Hirata #8

Museum Kata Andrea Hirata #7

Museum Kata Andrea Hirata #7

Dan akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Kapal yang akan membawa saya ke Jakarta telah tiba di Pelabuhan Tanjung Ru Belitung dan saya pun sudah tidak sabar untuk meneruskan perjalanan saya.

Senja di Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung #1

Senja di Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung #1

Senja di Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung #2

Senja di Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung #2

Senja di Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung #3

Senja di Pelabuhan Tanjung Ru, Belitung #3

Mayoritas penumpang kapal menuju Jakarta ini adalah para supir yang membawa bermacam-macam muatan. Saya senang sekali bertemu dengan para supir ini karena bisa bertukar pengalaman. Dikarenakan air yang surut kami harus menunggu berjam-jam didalam kapal, tetapi para supir yang sudah terbiasa dengan suasana ini sudah menyiapkan kegiatan yang akan mengisi kebosanan mereka. Sebagian sudah membawa alat pancing dan sebagian sibuk bermain kartu. Bersama para bapak supir ini perjalanan 20 jam menuju ke Jakarta terasa sangat menyenangkan.

Suasana Di dalam Kapal Ke Jakarta

Suasana Di dalam Kapal Ke Jakarta

Menunggu Kapal Berangkat, Para supir memancing

Menunggu Kapal Berangkat, Para supir memancing

What do you think?