Kalimantan Part 1

Akhirnya bisa kembali ke kucing dengan membawa motor saya, senang sekali rasanya.Di Kuching saya menginap di Beds Guesthouse. Menurut saya penginapan ini penginapan yang terbaik di Kuching. Saya belum pernah mencoba seluruh penginapan disana, tapi menurut saya penginapan ini terbaik karena ini penginapan yang tepat untuk seorang backpacker. Penginapan ini bersih, murah,ada dapur dan disediakan sarapan pagi juga tersedia teh dan kopi sepanjang hari. Di Kuching saya hanya jalan-jalan seputar Kuching dan di sekitar tepi sungai.

The Astana (Palace), Sarawak

The Astana (Palace), Sarawak

 

View of Astana from the Sarawak river

View of Astana from the Sarawak river

Sarawak River

Sarawak River

Di tengah-tengah bangunan yang megah, saya menemukan kampung kumuh ini, ironi sekali.

The Slum Area

The Slum Area

Saya juga mengunjungi Taman Anggrek. Lokasinya dekat dengan Astana.

Orchid Garden

Orchid Garden

Akhirnya setelah beberapa hari di Kuching saya meneruskan perjalanan saya ke Sibu. Berasa main petak umpet dengan hujan, baru jalan sejam hujan mulai turun, saya jalan terus karena jika menunggu hujan reda di suatu tempat, tempat berikutnya hujan mulai turun lagi jadi tidak akan sampai ke Sibu jika menunggu hujan reda. Di tengah jalan saya kehilangan terpal penutup barang-barang saya, mungkin karena hujan sangat deras dan saya tidak mengikatnya dengan benar, terbanglah terpal itu. Ketika saya sadar terpal penutup barang-barang saya hilang saya balik lagi sekitar 5 km untuk mencari sang terpal tapi tidak ketemu. Saya akhirnya berhenti disebuah bengkel kepunyaan orang Cina yang tidak bisa bahasa melayu ataupun inggris. Minta ijin mereka untuk berteduh tapi mereka ga ngerti , akhirnya saya tanpa tau  malu ikut berteduh disana, tapi malang ternyata atapnya juga banyak yang bocor, walhasil saya menjadikan jas hujan saya sebagai penutup barang-barang dan saya basah kuyup. Kesialan saya tidak berhenti disitu ternyata penahan lumpur saya juga patah, lengkaplah sudah.

Me, Completely wet because of the heavy rain and my broken mudguard

Me, Completely wet because of the heavy rain and my broken mudguard

Saya berhenti tidak terlalu lama, hanya menutupi semua barang-barang dengan baik biar tidak ikut kebasahan, setelah itu saya lanjut lagi. Saya suka sekali mandi hujan jadi hujan…siapa takut!. Saya terus kearah Sibu, awalnya saya kira dari Kuching ke sibu itu dekat ,ternyata oh ternyata..Jauh! lebih dari 350 km, tapi di Malaysia jalanan tidak seperti di Indonesia, jalanan mulus dan pemandangan kiri kanan bagus pula.

Roads View

Roads View

Diperjalanan saya merasa lapar dan berhenti di sebuah pasar kecil. Saya langsung menjadi pusat perhatian dikarenakan mereka belum pernah melihat motor seperti motor saya sebelumnya. Tapi ketika saya akan mengambil foto mereka, mereka langsung bubar. Di pasar itu hampir semua orang disana orang Cina dan dari semua orang disana hanya satu orang yang bisa berbahasa melayu dan dia bertanya banyak hal tentang motor saya dan perjalanan saya kemudian menerjemahkannya dalam Bahasa Cina ke orang-orang sekitar.

The Market

The Market

Saya beli beberapa kue dari ibu ini dan dikasih beberapa kue tambahan gratis. Baik sekali ibu ini.

The Nice Lady

The Nice Lady

Saya tidak berhenti lama di pasar itu dikarenakan perjalanan ke Sibu masih lumayan jauh dan hari sudah senja.

Twilight

Twilight

Ketika akhirnya saya sampai di Sibu, Hari sudah gelap dan saya sedikit masuk angin karena hujan-hujanan hampir seharian. Ketika saya berkeliling mencari penginapan saya menemukan pasar malam. Saya rasa orang-orang Malaysia suka sekali dengan pasar malam. Biasanya di pasar malam semacam ini kita bisa menemukan segala macam hal, mulai dari makanan, pakaian, sayur-sayuran, macam-macam aksesoris handphone dan lain lain. Saya tidak sempat mengabadikan semua hal di pasar malam ini karena sudah malam dan sangat capek, saya berhenti  cuma karena penasaran dan mau beli makanan.

Night Market #1

Night Market #1

Night Market #2

Night Market #2

Setelah dari pasar malam akhirnya saya menemukan  penginapan di daerah yang aman. Teman saya orang lokal memastikan saya berada didaerah yang aman sebab di Sibu banyak gangster, orang lokal memanggil mereka “pai Kia”. Saya tidak tahu apakah mereka adalah mafia atau hanya preman biasa. Di depan penginapan saya ada sebuah restaurant cina, restauran sekaligus juga tempat karaoke. Teman saya dan saya pergi ke restauran itu karena saya capek sekali untuk pergi ketempat lainnya. Ketika di restauran tiba-tiba saya lihat ada sepuluh atau mungkin lebih anak-anak muda lewat dengan parang panjang ditangan. Saya mau memoto mereka tapi saya takut, jadi kami duduk berusaha tampak tenang sampai mereka lewat dan hilang dari pandangan.  Setelah mereka lewat saya tanya keteman saya, mereka mau ngapain dan teman saya bilang mereka biasanya mau berkelahi dan mau bunuh seseorang…menyeramkan.

Local friends

Local friends

Besoknya saya pergi mencari bengkel untuk memperbaiki penahan lumpur(spakboard) saya yang patah. Akhirnya mas-mas ini mengelas dan membuat penahan lumpur saya bagus lagi.

Mechanic Shop

Mechanic Shop

Mayoritas orang-orang di Sibu adalah imigran Cina dari Fuzhou. Dan angsa adalah simbol kota Sibu. Ketika orang-orang cina pertama kali dating ke Sibu, Sungai Rajang mengingatkan mereka pada Sungai angsa di Fuzhou, Cina. Karena itulah angsa dipilih sebagai simbol kota Sibu. Di Sibu ada beberapa patung angsa dan saya memotret dua diantaranya.

The Swans

The Swans

Beginilah kira-kira kota Sibu.

City Center

City Center

Ketika saya berputar-putar di Sibu mereka sedang melakukan pengasapan di beberapa area.

Fogging

Fogging

Dan perjalanan saya di Sibu berakhir dengan melihat matahari tenggelam, lalu saya pulang ke penginapan dan beristirahat untuk perjalanan panjang besoknya.

Sunset at Rajang river

Sunset at Rajang river

What do you think?