Sulawesi (Celebes) Part 1

Inside the ferry

Suasana di parkiran dan didalam feri

Garongkong ( Sulawesi) Port

Pelabuhan Garongkong ( Sulawesi) 

Ketika saya masih di Kalimantan, ada beberapa orang yang saya temui bilang nantinya jalanan di Sulawesi lebih jelek dibandingkan Kalimantan. Saya langsung seram membayangkannya karena menurut saya jalanan di Kalimanatan sangat jelek sekali, saya juga khawatir kalau lebih jelek lagi mungkin saya dan motor saya ga mungkin melewatinya dan perjalanan kami pun berakhir.

Sampai di Sulawesi saya sudah siap mental menghadapi jalanan yang jelek. Ternyata…eh …ternyata jalanan di Sulawesi hampir rata-rata sudah bagus semua. Saya teruskanlah perjalanan saya dengan senang hati dari pelabuhan Andi Mattalata Garongkong ke Makasar. Saya langsung menyukai Sulawesi, Pemandangannya dan suasana alamnya indah sekali berbeda sekali dengan Sumatera atau Kalimantan yang hampir kebanyakan hutannya telah di konversi menjadi hutan kelapa sawit. Di Makasar saya mengujungi Pantai Losari, Fort Rotterdam dan keliling-keliling kota Makasar.

Fort Rotterdam

Fort Rotterdam

Losari beach #1

Pantai Losari  #1

Losari beach #2

Pantai Losari #2

Diperjalanan keliling kota, saya  menemukan ibu-ibu sedang berjualan kue tradisional, ada satu kue yang saya suka sekali terbuat dari pisang yang diisi dengan kacang tanah, enak sekali. Saya juga menemukan penjual daging Kuda, saya belum pernah melihat orang jualan daging kuda sebelumnya jadi agak kaget, dan rada takut waktu mau foto karena serem lihat kuda bersimbah darah, tapi akhirnya saya berhasil memotretnya.

Traditional Cake

Kue tradisional

Horse meat

Daging Kuda

Di Sulawesi, saya banyak sekali ketemu dengan bus yang kelebihan muatan, dan saya juga melihat beberapa bus kecelakaan sepanjang perjalanan saya.

overloaded buses

Bus kelebihan muatan

Bus Crashed

Bus kecelakaan

Dari Makasar saya ke Janeponto, Bantaeng, Bulukumba, Tanete dan Bone. Dari Bone saya menyebrang dengan feri menuju Kolaka. Di pelabuhan Kolaka ketika saya akan turun dari kapal, ada kecelakaan kecil, dikarenakan cara mereka memarkirkan mobil terlalu dekat-dekat di dalam kapal, salah satu truk mundur dan menabrak beberapa motor termasuk motor saya, tapi untungnya motor saya hanya lecet sedikit. Awalnya saya juga sudah rada khawatir, ketika melihat mereka memasukkan motor ke bawah truk, untungnya motor saya tidak di taruh di bawah bak truk karena saya protes dan lagian terlalu banyak barang di motor saya, akhirnya mereka setuju untuk memarkirkannya di tempat lain yang aman.

The view

Pemandangan di Sulawesi

sunrise in Kolaka

Matahari terbit di Kolaka

Dari Kolaka saya langsung menuju Kendari dan lagi-lagi saya disuguhi pemandangan yang indah di sepanjang perjalanan . Di Kendari saya bertemu dengan para bikers dari Kendari yang habis touring seputaran Kendari, dan saya pun di undang untuk makan malam dan menginap di Kendari. Keesokan harinya saya menuju bengkel knalpot untuk memperbaiki knalpot saya yang bunyi dan kembali melanjutkan perjalanan saya.

The bikers

Saya bersama para Bikers dari Kendari

Rencana awal saya mengunjungi Wakatobi, akan tetapi jadwal feri dari Wakatobi untuk kembali ke Kendari belum jelas dan saya takut kelamaan menunggu feri disana. Akhirnya saya batalkan niat ke Wakatobi dan menuju Kolaka utara. Di jalan baut motor saya patah lagi, kali ini patah di dalam sarang nya, pelan-pelan saya tetap terus hingga saya bertemu dengan bengkel. Hari sudah mulai malam, Ibu yang punya bengkel mengundang saya untuk menginap. Banyak tetangga datang ketika saya disana dan kami pun berbincang-bincang tentang kebudayaan orang Bugis, kebetulan mereka adalah orang Bugis. Mereka bilang, orang Bugis kalau tidak punya uang tidak bisa menikah, karena mereka harus beli pengantin mereka dan adat itu masih mereka pertahankan, dan semakin cantik pengantinnya semakin mahal. Dengan becanda, Saya bilang ke mereka pindah saja ke bagian Indonesia yang lain supaya bisa menikah dan mereka pun tertawa.

Mechanic shop

Bengkel dan warung tempat saya menginap

Keluarga Ibu bengkel baik sekali membolehkan saya menginap disana, dan keesokan harinya mereka dengan berat hati melepas saya pergi ke Palopo.

The road

Jalanan Menuju Kolaka Utara

The View #2

Pemandangan yang Indah di sepanjang jalan 

The View #2

Pemandangan sawah dan pantai

The View #3

Pemandangan sepanjang Jalan menuju Palopo

Di Palopo saya putuskan saya butuh rehat, jadi saya menuju ke kantor polisi di Palopo untuk menitipkan motor dan barang-barang saya. Mereka setuju dan membolehkan saya memarkirkan motor saya di sana. Setelah mengemasi barang saya, saya naik ojeg ke terminal bus dan naik bus menuju Makasar dan dari Makasar saya terbang ke Malaysia untuk beristirahat di rumah teman.

What do you think?