Ternate

Ternate merupakan sebuah kota kecil di pulau yang juga di beri nama Ternate, Pulau ini terbentuk dari letusan gunung Gamalama. Ternate dulunya merupakan ibukota provinsi dari Maluku Utara akan tetapi kemudian mereka memindahkannya ke Sofifi. Sofifi lebih besar daripada Ternate akan tetapi belum berkermbang dibandingkan dengan Ternate. Meskipun sekarang Sofifi merupakan ibukota provinsi kebanyakan dari para karyawan yang beekerja untuk pemerintah tinggal di Ternate dan meskipun telah dibangun gedung-gedung pemerintahan di Sofifi kebanyakan dari gedung-gedung ini kosong dan terabaikan. Pemerintah setempat menyediakan kapal untuk para pegawai pemerintah, dibutuhkan kurang lebih 45 menit dari ternate menuju sofifi dengan menggunakan kapal cepat. Meskipun sudah disediakan kapal banyak pegawai yang masih malas untuk pergi bekerja ke Sofifi. Saya mengunjungi kantor gubenur Sofifi dan disana kantornya nyaris kosong. Saya berbincang-bincang dengan salah satu pegawai disana dan dia mengatakan sejak dia pindah ke Sofifi dia bahkan belum pernah melihat sebagian dari rekan kerjanya yang namanya tertulis di absen, mereka masih menggunakan sistem absen manual.

Abandoned goverment building

Kantor- kantor pemerintahan yang terabaikan

Di Indonesia saat ini sedang deman batu akik. Maluku Utara sangat terkenal denga Batu Bacan dari Pulau Bacan. Hampir semua orang di Maluku Utara membicarakan batu fenomenal ini. Batu ini sangat mahal sekali, untuk ukuran yang kecil saja dapat dihargai hampir tiga juta rupiah. Saya rasa batu ini menjadi sangat terkenal setelah mantan Presiden kita Bapak Susilo Bambang Yudiono memberikan hadiah batu ini kepada Obama sebagai kenang-kenangan. Sejak saat itu orang-orang mulai mencari batu ini dan harganya melonjak tajam. Buat saya pribadi saya tidak terlalu suka batu dan harganya yang selangit membuat saya tidak tertarik dengan batu ini akan tetapi fenomena tentang batu akik yang ada di Indonesia saat ini sangat menarik sekali. Di Pulau Bacan pegawai pemerintah diharuskan menggunakan Batu Bacan saat bekerja. Lucu kan?

Bacan Stones

Batu bacan

Gemstone sellers in Ternate

Para penjual batu bacan di Ternate

Sebelum menyebrang ke Sofifi, Saya berkeliuling Ternate. Ternate Pulau yang kecil, sangat indah dan sangat mudah untuk dikelilingi. Di Ternate banyak sekali situs peninggalan dari jaman dahulu kala. Ketika saya berkendara saya dapat mencium bau cengkeh dimana-mana. Tanah pengunungan yang subur menjadikan tempat ini mudah untuk ditanami cengkeh, pala, kayu manis dan rempah-rempah lainnya. Saya berkunjung ke beberapa tempat seperti Benteng Kalamata, Benteng Gamlamo (Kastela), Batu Angus dan Pantai Sulamadha. Batu Angus terbentuk dari gumpalan lava yang meleleh ketika Gunung Gamalama erupsi di tahun 1673.

Fort Tolukko

Benteng Tolukko

Fort Gamlamo (Kastela)

Benteng Gamlamo (Kastela)

Sulamadha Beach

Pantai Sulamadha 

Kalamata Fort

Benteng Kalamata 

Maitara and Tidore Islands

Pulau Maitara and Tidore 

Saya hanya menghabiskan setengah hari untuk berkeliling Ternate disamping Ternate merupakan pulau yang kecil juga karena saya mendapat kabar bahwa akan ada kapal menuju Sorong dari Weda, Sofifi yang menuju Sorong yang merupakan tujuan saya selanjutnya. Saat itu feri hanya sekali seminggu menuju Sorong jadi saya tidak mau ketinggalan feri ini. Butuh dua jam dari Ternate menuju Sofifi dengan feri biasa. Sesampainya saya di Sofifi saya langsung menuju ke kantor polisi untuk mendapatkan stempel pada buku perjalanan saya dan jam sembilan malam saya langsung menuju Weda.

Dari Sofifi ke Weda dapat ditempuh kurang lebih sekitar dua jam. Saat itu di jalanan penerangan sedikit sekali dan dalam perjalanan ini banyak sekali tikungan. dan setiap kali saya memasuki sebuah kampung, banyak sekali kambing dan sapi yang tidur dijalanan dan dibeberapa tempat banyak sekali penduduk sekitar yang duduk diaspal pinggir jalan. Sangat sulit sekali untuk melihat mereka dari kejauhan jadi saya berkendara pelan-pelan dan hati-hati.

Ketika akhirnya saya sampai di Weda, ternyata feri yang akan menuju Sorong telah berangkat sehari sebelumnya dan tidak akan ada feri sampai minggu depan. Saya sangat kecewa sekali tapi apa boleh buat akhirnya saya berkendara di Weda untuk mencari tempat istirahat yang murah kalau bisa gratis akan tetapi ternyata di Weda sudah seminggu tidak ada air dikarenakan pipa air mereka patah. Saya ditawarkan menginap di sebuah penginapan akan tetapi jika tidak ada air buat apa karena yang paling penting buat saya adalah mandi jadi saya akhirnya memutuskan untuk tidur di kantor polisi. Pada saat ini saya belum mandi selama dua hari dan saya menjadi sangat pemarah karena merasa saya bau sekali. Akhirnya para bapak polisi menijinkan saya menginap di sel mereka yang kosong. Ini pertama kalinya saya menginap di balik jeruji dan ini merupakan pengalaman yang berkesan sekali.

Keesokan paginya saya kembali ke Sofifi dan saya menemukan motel yang murah dan akhirnya bisa mandi …akhirnya.

Prison

Tidur di dalam sel penjara

Saya menginap empat malam di Sofifi menunggu kapal menuju Sorong. Tidak banyak hal yang bisa dilakukan di Sofifi jadi saya berkendara ke berbagai daerah sekitar setiap hari.

544_20150129_105959

Pemandangan sekitar Sofifi #1

544_20150129_184405

Pemandangan sekitar Sofifi #2

544_20150129_184915

Pemandangan sekitar Sofifi #3

544_20150130_120120

Pemandangan sekitar Sofifi #4

544_20150129_105716

Pemandangan sekitar Sofifi #5

544_20150124_113710

Pemandangan sekitar Sofifi #6

Dari Sofifi saya kembali ke Weda dan seperti biasanya saya berhenti di kantor polisi untuk mengisi lgobook saya. Salah satu polisi disana mengajak saya kerumahnya sebelum kapal datang. Saya duduk di dapur mereka melihat anak-anak nya bermain dengan api.  Sangat menyenangkan sekali melihat mereka bermain, pasti menyenangkan sekali menjadi anak kecil karena mereka tidak punya banyak hal untuk dipikirkan.

Kids who played with fire

Bermain dengan api

 

What do you think?