Jawa ke Sumatera

Sejak saya terkena malaria kekebalan tubuh saya rendah sekali dan saya jadi mudah sekali sakit. Sejak itu saya ingin cepat-cepat menyelesaikan perjalanan saya karena saya jadi tidak bisa menikmati perjalanan saya. Saya pikir setelah sampai di Jawa perjalanan saya akan jauh lebih mudah karena Jawa adalah tempat yang sering saya kunjungi.

Segala sesuatunya berjalan lancar sampai saya tiba di Pemalang, Jawa Tengah dan crank case motor saya patah lagi. Pertama kalinya patah ketika saya di Kalimantan dan waktu itu biaya untuk perbaikannya sangat mahal sekali dan harus turun mesin dan juga membutuhkan waktu yang lama untuk perbaikannya. Makanya ketika crank case saya patah lagi saya ketakutan tidak dapat meneruskan perjalanan ini karena saya tidak punya dana untuk memperbaiki motor saya. Saya beruntung ketika crank case saya patah lokasinya dekat sekali dengan kantor polisi dan kala itu sudah senja jadi bapak polisi menawarkan saya untuk menginap di sana dan besok pagi mereka akan membantu saya memperbaiki motor saya yang rusak. Keesokan paginya kami siap-siap berangkat ke bengkel dan bapak polisi menaikkan motor saya ke dalam mobil pickup polisi. Ternyata mereka tidak mengikat motor saya dengan baik dan beberapa saat setelah kami mulai jalan motor saya terjatuh dan terseret beberapa meter. Saya sedih sekali, saat itu saya pikir inilah akhir perjalanan saya. Ajaibnya motor saya kuat sekali dan selamat tanpa ada kerusakan berarti hanya lecet-lecet saja. Setelah seharian di bengkel dan tukang las memperbaiki motor saya akhirnya motor saya kembali bisa digunakan. Dan semua biaya ditanggung oleh bapak Kapolsek, saya sangat bersyukur sekali.

544_20150609_085144

Motor saya dinaikan ke mobil pickup polisi

544_20150609_085805

Motor saya terjatuh dan terseret

544_20150609_104101

Besi tambahan baru untuk roda bantu motor saya

544_20150609_142636

Bapak-bapak polisi yang seharian membantu saya

Hampir lebaran ketika saya sampai di Jakarta dan dikarenakan kemacetan yang cukup parah ketika mudik lebaran saya memutuskan untuk menunggu liburan lebaran berakhir untuk melanjutkan perjalanan saya.

544_20150720_153750

Kemacetan di libur lebaran

Ketika di Jakarta saya di undang untuk mengikuti safety riding course yang di selenggarakan oleh Rifat Drive Labs. Menyenangkan sekali mengikuti pelatihan ini, dari sini saya banyak tahu cara berkendara yang benar dan para pelatihnya juga sangat menyenangkan sekali. Saya juga melakukan beberapa interview dengan koran dan televisi nasional. Setelah libur lebaran berakhir saya melanjutkan perjalanan saya. Saya semangat sekali untuk ke Sumatera karena Sumatera adalah pulau terakhir dari perjalanan saya dan nantinya saya juga akan menghadiri resepsi pernikahan teman dekat saya dan berkumpul bersama teman dekat saya di Padang.

544_20150708_122125

Safety riding course 

544_20150707_075627

Rifat Drive Labs safety riding crews

544_r_20150810_120326

Media interview #1

544_r_20150810_120443

Media interview #2

544_20150712_144222

Jika kamu punya motor gede, kamu boleh parkir di tempat parkir orang cacat 

544_20150726_122239

Masberto Kingdom Jakarta ( Rumah Punk)

544_20150808_125007

Pelabuhan Sunda Kelapa 

544_20150808_114031

Daerah pemukiman kumuh di Jakarta

544_20150813_162336

Pantai Anyer , Pandeglang, Banten.

Di dalam perjalanan ke Padang sebuah mobil truk yang kelebihan muatan tidak sanggup untuk mendaki dan termundur dan memblokir jalan raya. Saat itu hujan dan jalanan sangat licin, kemacetan panjang pun terjadi karena mobil-mobil tidak bisa lewat untungnya sepeda motor masih bisa lewat walaupun harus dengan susah payah. Dikarenakan motor saya yang memiliki empat roda saya mengalami kesulitan dan para bapak-bapak supir truk pun turun tangan untuk membantu saya. Sebagian membantu mengangkat sepeda motor saya dan sebagian membantu membimbing saya agar tidak terjatuh dikarenakan jalanan yang sangat licin. Setelah itu bapak-bapak supir truk pun bersemangat sekali untuk berfoto bersama, mereka sangat menyenangkan sekali. Bapak-bapak supir truk ini merupakan orang-orang yang paling saya sukai di perjalanan ini. Hari hampir gelap ketika akhirnya saya bisa melewati kemacetan dan saya langsung mencari tempat untuk bermalam.

544_20150815_170745

Berfoto bersama bapak-bapak supir truk yang menolong saya

544_20150817_151506

Pantai di perjalanan dari Bengkulu ke Padang #1

544_20150815_175007

Pantai di perjalanan dari Bengkulu ke Padang #2

544_20150818_172134

Kerbau mandi 

Setelah matahari terbit sayapun langsung melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul tujuh saya melihat sebuah warung dan berniat untuk meminum kopi. Warung itu terletak di sebelah kanan jalan dan karena saya dari arah berlawananan saya harus putar balik untuk menuju warung. Saat saya hendak memutar saya harus berhenti menunggu kendaraan yang lewat dari arah berlawanan dan beberapa detik setelah saya berhenti saya merasakan guncangan yang sangat hebat dan tau-tau saya sudah jatuh dari motor dengan posisi kaki terhimpit motor, yang pertama saya lihat adalah bensin yang saya bawa di dalam jerigen tumpah dan karena takut terjadi ledakan saya meminta tolong untuk menyelamatkan bensin saya. Ternyata saya di tabrak dari belakang oleh anak remaja yang akan berangkat ke sekolah. Para remaja ini terpental dan sayangnya tidak satupun dari mereka yang memakai helm dan mereka pastinya dengan kecepatan tinggi karena motor saya yang beroda empat bisa terjatuh juga. Saya tidak tahu pasti apa yang terjadi dengan remaja ini tapi mereka tidak berdarah hanya kesakitan di daerah pinggang mereka dan para warga membantu membawa mereka ke puskesmas terdekat. Saya ingin melaporkan kejadian ini ke kepolisian setempat karena motor saya rusak parah dan saya tidak tahu siapa yang akan bertanggung jawab. Akhirnya saya meminta nomor orangtua yang bisa dihubungi dan mencoba menelpon tapi tidak diangkat. Setelah berkali-kali mencoba akhirnya diangkat dan pamannya akan menemui saya. Setelah menunggu sekitar setengah jam paman salah seorang anak datang dan berbincang pada saya dan marah dan mengancam saya. Merasa terancam, saya akhirnya memutuskan untuk datang ke kantor polisi yang jaraknya sekitar 10 km dari tempat kejadian dengan memaksakan motor saya. Sesampainya di kantor polisi saya harus menunggu cukup lama dan berdebat panjang dengan para polisi karena mereka mengatakan bahwa didesa seperti ini sangat wajar anak-anak membawa kendaraan walaupun mereka tidak punya sim atau belum layak mengendarai kendaraan dikarenakan tempat tinggal mereka yang jauh dari sekolah. Akhirnya saya dipertemukan dengan orang tua anak tersebut setelah menunggu cukup lama. Awalnya saya tidak mau motor saya diperbaiki di desa ini karena berdasarkan pengalaman saya bukanya tambah baik biasanya tambah rusak jadi saya bersikeras untuk memperbaikinya nanti sesampainya saya di Padang dan di perbaiki disini hanya agar bisa jalan saja. Kami kebengkel bersama dan bengkel disana ternyata tidak bisa memperbaiki motor saya di karenakan keterbatasan alat, motor saya hanya di perbaiki seadanya supaya bisa jalan saja. Bearing roda saya rusak dan plat besi yang digunakan untuk roda tambahan saya bengkok, dan penahan lumpur saya patah, lampu sen saya juga patah ditambah ban saya yang sedikit sobek. Setelah melakukan estimasi biaya kerusakan motor saya, orang tua anak tersebut meminta maaf dan sepakat untuk mengganti rugi tujuh ratus ribu rupiah karena itu yang mereka mampu karena malas berdebat kusir akhirnya saya setuju saja. Saya tidak bisa berhenti menangis karena saya kesal sekali dan juga sedih sekali. Bagaimana mungkin polisi membela anak-anak yang jelas- jelas belum memiliki izin untuk mengendarai motor dan membiarkannya, sadarkah mereka kalau ini tidak hanya membahayakan jiwa mereka tapi juga pengguna jalan lainnya. Kadang-kadang saya merasa buat sebagian orang nyawa tidak berharga sama sekali. Akhirnya pelan-pelan sekali saya melanjutkan perjalanan saya ke Padang walau dalam keadaan kesal sekaligus sedih. Semua orang meyarankan saya untuk pergi kerumah sakit karena kaki saya bengkak tapi saya sudah tidak peduli lagi dan hanya ingin pergi secepat mungkin dari sana dan saya sangat khawatir dengan motor saya. Di perjalanan di karenakan saya menyeret motor saya akhirnya ban saya yang robek sedikit menjadi kemps sekali dan tidak bisa dipergunakan lagi dan untungnya ada tambal ban di dekat situ dan bapak tambal ban mengganti ban saya dengan ban bekas yang sudah tak terpakai lagi disana. Itu pertama kalinya motor saya mengalami kerusakan ban. Sebelumnya bahkan kempis saja tidak pernah.

544_20150818_072850

Salah satu remaja yang menabrak saya

544_r_20150818_101705

Motor rusak

Karena saya harus mengendarai motor saya pelan-pelan sekali saya harus berhenti satu malam sebelum sampai di Padang. Saya berhenti di kantor polisi seperti biasanya untuk mengisi buku perjalanan saya dan salah satu anggota polisi menawarkan saya untuk menginap dirumahnya yang kebetulan bersebelahan dengan kantor polisi. Malam itu saya tidur bersama anak perempuannya. Saya meletakan barang berharga saya di samping tempat saya tidur dan ketika saya terbangun di pagi harinya anak perempuan itu sudah tidak berada di tempat. Saya tanyakan ke ibunya dan dia bilang anak itu pindah ke kamar lain. Saya merasa tidak ada yang salah saat itu, saya pun setelah sarapan pagi kemudian berpamitan untuk melanjutkan perjalanan saya. Sesampainya di Padang saya hendak membeli obat dan ketika mengecek dompet saya disitu saya baru sadar duit saya yang untuk memperbaiki motor saya tujuh ratus ribu di dompet telah hilang. Saya kesal sekali karena biasanya saya tidak pernah membawa duit banyak di dompet dan saya sedikit lengah karena saya pikir dirumah polisi lebih aman..ternyata eh ternyata kita harus waspada dimanapun kita berada.

Sesampai di Padang saya langsung ke rumah teman saya dan di sambut hangat oleh keluarganya. Saya parkirkan motor saya di garasi dan berencana memperbaikinya setelah acara pernikahan selesai. Keesokan harinya teman-teman dekat saya yang lain berdatangan dan menyenangkan rasanya bisa berkumpul lagi dengan teman-teman dekat saya.

544_20150822_092415

My best friend’s wedding #1

544_20150822_095350

My best friend’s wedding #2

544_20150822_130404

My best friend’s wedding

544_20150821_125632

The Adityawarman Museum in Padang

544_20150822_201311

Radio Interview #1

544_20150822_211102

Radio Interview #2

2 pemikiran pada “Jawa ke Sumatera

  1. kisah yang inspiratif sekali mbak saya kagum dengan semangat mbak yang keliling nusantara seorang diri tanpa ditemani siapapun, kalau saya pribadi sudah melambaikan tangan di tengah perjalanan. kalau boleh saya usulkan buat cerita dalam bentuk buku mbak biar saya yang pertama beli buku tentang cerita pengalaman travelling mbak keliling nusantara.

What do you think?